Diamonds Forever- Part 2

October 29, 2009 hatikumiliktuhanku

Bismillahirrahmanirrahim,

Dengan nama Allah yg Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang, aku bersyukur ke hadratNya kerana jari jemari halus ini masih lagi mampu meniti di papan kekunci.InsyaAllah kali ini aku ingin berkongsi kisah Saidatina Maryam Ali Imran.Subhanallah ,aku terlalu mengagumi kisah hidup wanita mulia ini.Sucinya hatinya mendambakan kasih Ilahi yg tak pernah berbelah bagi.Ibadahnya dilaksanakan setulus hati dengan penuh rasa ketaakulan.Ketaatannya dan kezuhudannya dalam beribadah menjadikannya dia terpilih untuk menjadi Ibu kepada insan mulia Isa ‘alaihissalam.Tiada ragu bahawa Allah berkuasa menjadikan sesuatu sebelum adanya.Apalah ada pada teori manusia ,jika nak dibandingkan Kun Fa Ya Kun rabbiku.

surah maryam
35. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.

Manusia mampu membuat spekulasi .Apa yg dilihat tak semestinya sama dengan apa yg difikir.Begitulah nasibnya wanita mulia ini dituduh berzina.Namun, Allah itu tidak pernah menzalimi hambanya walaupun sedikit.Di saat fitnah dilemparkan kepada insan yg tiada noda Allah memperlihatkan mukjizatnya Nabi Isa ‘Alaihissalam

Surah Maryam

27. Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.

28. Hai saudara perempuan Harun[902], ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,
902]. Maryam dipanggil saudara perempuan Harun, karena ia seorang wanita yang shaleh seperti keshalehan Nabi Harun a.s.

29. maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?”

30. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

Subhanallah seorang ibu yg solehah melahirkan zuriat yg solehah.Apa yg dituai itulah yg akan disemai.Semuanya bermula daripada doa sepasang suami isteri yg menginginkan anak yg soleh.Apabila Hannah, isteri Imran ketika hamil bernadzar bila melahirkan anak akan dikhidmatkan untuk Baitul Maqdis. Ketika lahir seorang anak perempuan ia berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan –meskipun aku berharap ia adalah laki-laki-. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk”.

Allah swt pun menerima nadzarnya. Nabi Zakaria as yang adalah suami bibi Maryam dan pembesar Baitul Maqdis memegang hak pengasuhan Maryam dan membesarkannya. Beliau as membangunkan sebuah mihrab untuknya di dalam masjid sehingga Maryam dapat beribadah di dalamnya. Nabi Zakaria as setiap kali masuk mihrab untuk mengunjungi Maryam menyaksikan di sisi Maryam terdapat makanan segar dan buah-buahan yang bukan musimnya, beliau as bertanya kepada Maryam: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?

Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab”.

Ketika itulah, ibadah, spiritual dan kesempurnaan-kesempurnaan Maryam menggoncang nabi Zakaria as dan beliau berkata dalam diri: “Alangkah indahnya bila aku memiliki keturunan seperti ini”. Dan tanpa menunggu lebih lama beliau as mengangkat tangan berdoa dan berkata:

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”.[1]

Kemudian ketika beliau as sedang shalat di Mihrab, malaikat Ilahi memberikan berita gembira kepadanya bahwa Allah swt akan menganugerahkan kepadamu seorang putera bernama Yahya yang akan menjadi besar, suci dan nabi.

Dengan tidak percaya Nabi Zakaria as berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan istriku pun seorang yang mandul?!”

Dijawab: “Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya”.

Demikianlah kisah Maryam binti Imran, wanita solehah yg sentiasa mengabdikan dirinya kepada Allah dan Alhamdulilla mendapat balasan terbaik daripada penciptaNya yg tak pernah jemu mendengar pengaduan hambanya..

Wallahua’alam

Entry Filed under: tazkirah,Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

 
%d bloggers like this: